Pendidikan di Indonesia seperti mati gaya. Komitmen dana 20 persen dari APBN setiap tahunnya, tampak belum bisa memberikan perubahan berarti pada sektor ini. Gelontoran dana triliunan setiap tahun, seperti hilang begitu saja tanpa memberi dampak besar. Mantan Menteri Pendidikan Nasional Anies Baswedan pernah berujar bahwa Indonesia tengah mengalami darurat pendidikan. Hal ini terjadi karena rendahnya kualitas pengajaran, hasil pembelajaran yang buruk, fasilitas yang tidak memadai, dan masalah kedisiplinan. Kondisi tersebut tergolong ironis bagi negara dengan sistem pendidikan terbesar keempat di dunia. Kuantitas yang besar dalam pendidikan ini, tidak dibarengi dengan kualitas yang baik pula. Akibatnya, hasil dari sistem pendidikan ini nyaris seperti tidak terlihat. Menurut Andrew Rosser dari University of Melbourne, politik dan kekuasaan memiliki andil dalam rendahnya kualitas pendidikan di tanah air. Lantas, bagaimana politik dan kekuasaan tersebut mempengaruhi ...
Komentar
Posting Komentar